Archive for October, 2009

October 30, 2009

Days roll at irregular pace

by Kevin Aditya

Dilla & Ahtar and no, they're not a couple.

What I still haven’t found three months after moving to this town is stability. My basic principle for life so far is to “view everything as neither right nor wrong”, and when those words helped me at times to stay neutral at morality problems, in some other ways it also sent me lost in the flow of a busy undergrad student’s life. I can’t seem to find a learning style that fit, not yet. My priorities are scrambled up, my ability to focus falls low under the normal line, my long-lost empathy for loving and giving… stays lost. And my room is always a huge space of mess I can’t help tidying up, literally.

All I have to hold on to is myself.

My life is an arrhythmia
for now.

October 18, 2009

Beberapa bulan di kota kembang dengan SAPPK

by Kevin Aditya


Γ“lafur Arnalds – 3055
dengarkan sambil baca!

Beberapa minggu terakhir ini kepala gue lagi kosong banget buat ngisi sesuatu yang bagus di blog ini jadi setidaknya gue memperbaharui berita seputar kehidupan Bandung sajalah yaa, ngebales tulisan temen gue si Dayat sial yang menulis sewenang-wenang tentang hidup gue tapi jadi kayak numpang promosi gapapa lah ya hahaha, dan jangan protes kalo tulisan ini berbahasa Indonesia karena hidup gue sedang cukup menyenangkan dan gue lagi gak mau banyak mikir. Oke, gue UTS tiap Jumat dan itu sangat bikin mikir sebetulnya (stres tingkat tinggi) tapi di luar masalah pelajaran, hari-hari gue beneran nikmat disini.

Jadi sekilas hidup gue sekarang gue anggep menyenangkan karena banyak temen baru gue di SAPPK ITB 2009 yang asik, dan gue mulai percaya kalo psikotes kayanya emang ngaruh buat masuk ITB karena anak-anak per fakultas secara keseluruhan nampaknya emang memiliki sifat yang mirip-mirip, seperti SAPPK yang dipenuhi para wanita yang kalem-tapi-aslinya-cacat dan para pria berperilaku baik-baik idaman mertua huahahaha. Dan salah satu temen baru gue yang asik bernama Rizky Ardian Hidayat, biasa dipanggil Dayat (iya kampung emang gue tau) dan berasal dari SMA 78 Jakarta, dia orangnya berisik dan selalu punya komentar tentang perilaku orang, sering nyanyi-nyanyi dengan lirik sepotong-sepotong yang diulang-ulang dan salah macem “sooo, Sally to say…” udah diulang mulu, gak pernah bener lagi. Tapi kalo udah megang BBnya langsung ansos mode on dan tidak peduli dunia luar lagi, hati hati BB menyerap nyawa Anda juga.

Dari luar anaknya emang menyenangkan, tapi begitu masuk kamar kosnya… naujubilahminzalik. Kamarnya berbentuk huruf L dan berukuran cuma se-gang yang mini, tapi sebetulnya itu gak masalah, yang masalah itu isinya… cemilan berantakan, piring-piring kotor berserakan, popmie tinggal sisa kuah tapi gak dibuang-buang (SERIUSAN), buku dimana-mana, ikan-ikan menggelepar kekurangan air, dan kalo mau jalan dengan aman kita harus pake enggrang biar gak nginjek barang-barang. Oke yang dua terakhir lebay tapi emang seberantakan itu.

Ngomongin popmie, dia ini punya stok popmie yang sangat banyak dan dengan seringnya makan mi berkali-kali dalam seminggu, membahayakan jiwa dan raga (otak) memang tapi tetep aja bisa masuk ITB ckckck. Dia juga gak doyan makan daging, bukan karena vegetarian tapi karena emang gak doyan aja, soalnya dia masih bisa makan sebangsa sosis dan makanan anak kecil lainnya. Makan sama dia selalu asik karena yang daging-dagingnya selalu dikasih ke orang lain, atau lain kata perbaikan gizi tanpa mengeluarkan uang hahahaha. Makan batu aja deh lo biar gak repot. Kalo penasaran yang mana orangnya, ini dia…

Bukan, orangnya bukan yang kiri. Fadhil yang kiri, Dayat yang kanan. Dia sedang menjomblo jadi kalo tertarik langsung hubungi saja ke blognya hahaha soalnya dibalik semua yang tadi gue sebutin, Dayat adalah teman yang selalu bikin rame, baik, berbakti kepada orangtua (rajin pulang) dan sering menabung… gak juga sih dia ngabisin duit dengan makan berkali-kali sehari. Dan si Fadhil sebelahnya, dia juga salah satu anak SAPPK, berasal dari SMA 28 Jakarta dan orangnya hobi bermain gitar buat pacarnya (“tipe gue cewek yang berisi”) dan mukanya sangatlah datar tapi pinter kalo masalah fisika. Dia hobi nunjukin foto-fotonya sama pacarnya β€” dan bikin desperet temen-temennya yang jomblo β€” termasuk video pas dia nembak pacarnya. Oh dan dia sangat sering boker, dikit-dikit nyari toilet pengen boker. Pencernaannya terlalu bagus mungkin.

Selain dua ini masih banyak lagi kawan saya di SAPPK ITB ’09, macem Caca anak Tarnus yang kalem dan dibilang terganteng se SAPPK, Keweh & Joko dua anak Surabaya yang ngajarin boso jowo nggak bener, Oka si Bali Jakarta yang pernah jadi anak liar di Papua, Eka sang ketua cakru LFM, Byna yang pacarnya jauh di mata tapi ehem ehem sama Ayas yang kisah cintanya sungguh tragis, Ghina yang selalu minta disetirin mobilnya kalo ada yang bisa nyetirin, Faika si Widi Vierra yang selalu ceria kecuali pas hpnya baru ilang 2 kali (tabah ya fai) Tantha temen SMP gue yang semua orang ngeliat pertama bilangnya “pendiem” tapi seiring waktu mereka menyadari kalo dia diemnya pas megang BB doang, Dilla yang hopeless romantic *toss* dan meluk bantal lebahnya kalo lagi suram, Fadhila yang susah dipanggilnya karena ada Fadhil dan Dilla jadi mesti “Fad, Fad”, Wina yang memanfaatkan pacarnya yang anak NTU buat ngerjain tutor, Samia yang kerudung-kerudung biang klabing (orang-orang pada stres banyak tugas dan UTS dia malah begajulan malem-malem), Ica yang sering ngelupain barangnya dimana-mana tapi berotak pinterrrr, Aya yang selalu memikat mata para pria *prikitiw* tapi oh itu hanyalah tampilan luarnya saja. Dan ah, tentunya Ahtar yang hidupnya lagi super sial dan Echy si upil baru potong rambut yang hidupnya sedang sangat labil penuh air mata (sabar yea tar, cis) yang keduanya temen SMA gue. Gue mulai pegel nulisnya, dan masih banyak lagi tentunya para mahasiswa SAPPK yang menyenangkan, dan masih banyak lagi kepribadian yang bisa digali dan kehidupan yang bisa didalami, jadi… sampai bertemu di tulisan berikutnya!

sebagian kecil mahasiswa SAPPK berbasis Jakarta, sedang berkumpul di Senci

biarpun hidup saya penuh, namun di dalam jiwa dan hati masih tetap kosong. tidak apalah!

October 8, 2009

One raining thursday afternoon

by Kevin Aditya

Alone in my room, I now realize that however fun this new life is, loneliness is loneliness.

%d bloggers like this: